American Academy of Pediatrics menyatakan, isyarat tangan adalah cara yang bagus untuk membantu bayi berkomunikasi sebelum dia bicara. Anda tidak perlu khawatir, bahasa isyarat tidak akan membuat anak terlambat bicara. Justru anak yang belajar berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat akan punya kemampuan verbal di atas rata-rata pada usia 2 tahun. Beberapa riset membuktikan bahwa bayi yang belajar bahasa isyarat memiliki IQ yang lebih tinggi saat dewasa kelak.
Cara mengajarkan bahasa Isyarat
Di AS, sudah ada kamus lengkap bahasa isyarat bayi, yaitu American Sign Language (ASL). Di Indonesia, hal serupa memang belum diadopsi tapi, sebagian bahasa isyarat yang dipakai di AS bisa Anda gunakan untuk semua bayi. Berikut ini tip dalam mempraktikan bahasa isyarat bayi.
- Bahasa isyarat perlu disertai gerakan lembut dan kasih sayang.
- Gunakan bahasa isyarat sebelum dan selama melakukan aktivitas sambil menyebutkan kegiatan Anda secara verbal.
- Jangan mengganti-ganti bahasa isyarat yang digunakan karena akan membingungkan anak.
- Gunakan bahasa isyarat secara terus menerus sampai memberikan reaksi menggunakan tanda yang sama. Biasanya hasil akan terlihat ketikan usia 6-8 bulan
- Posisi Anda harus sejajar secara visual dengan si kecil.
- Seiring dengan pertambahan usia, tingkatkan perbendaharaan bahasa isyarat yang digunakan.
- Setiap bahasa isyarat yang dikuasi anak harus selalu diingat. Anda tidak bisa menuliskan bahasa yang sudah dikuasai dalam catatan pribadi agar tidak lupa.
- Sesuaikan bahasa isyarat dengan perkembangan motorik bayi. Misalnya jangan mengajari gerakan mengacungkan ibu jari pada anak usia 6 bulan.
- Bahasa isyarat bisa dijadikan acuan. Tapi jika anak telah menciptakan sendiri bahasa isyarat yang lebih mudah bagi dia, tidak perlu menggantikannya dengan isyarat baku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar