Tampilkan postingan dengan label bedong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedong. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Manfaat Kaki Bayi Di Bedong

Ada banyak mitos tentang perawatan bayi yang berkembang dan terus dipertahankan di masyarakat. Sebagian salah, tetapi ada pula yang secara ilmiah benar. Mana yang Anda ikuti? Berikut beberapa di antaranya.

Mitos: Pakai gurita agar tidak kembung.

Fakta: Salah. Pasalnya, organ dalam tubuh malah akan kekurangan ruangan. Dinding perut bayi masih lemah, volume organ-organ tubuhnya pun tak sesuai dengan rongga dada dan rongga perut yang ada karena sampai 5 bulan dalam kandungan organ-organ ini terus tumbuh sementara tempatnya sangat terbatas. Jika bayi menggunakan gurita, ruangan untuk pertumbuhan organ-organ ini akan terhambat. Boleh memakai gurita asal ikatan bagian atas dilonggarkan sehingga jantung dan paru-paru bisa berkembang.

Mitos: Kuku tak boleh dipotong sebelum 40 hari.

Fakta: Salah. Jika tidak dipotong, kuku yang panjang itu bisa melukai wajah bayi, bahkan melukai kornea mata. Kalau sampai kena kornea, tak bisa disembuhkan lagi. Mitos ini mungkin lebih disebabkan kekhawatiran akan melukai kulit jari tangan atau kaki si bayi saat ibu menggunting kuku-kukunya. Sebaiknya gunting dengan gunting kuku khusus untuk bayi.

Mitos: Kaki dibedong agar tidak pengkor.

Fakta: Salah. Bedong bisa membuat peredaran darah bayi terganggu karena kerja jantung memompa darah menjadi sangat berat. Akibatnya, bayi sering sakit di sekitar paru-paru atau jalan napas. Selain itu, bedong juga bisa menghambat perkembangan motorik si bayi karena tangan dan kakinya tak mendapatkan banyak kesempatan untuk bergerak.
Sebaiknya bedong dilakukan hanya setelah bayi dimandikan atau kala cuaca dingin, untuk menjaganya dari udara dingin. Dipakainya pun longgar. Yang jelas, pemakaian bedong sama sekali tak ada kaitannya dengan pembentukan kaki. Semua kaki bayi yang baru lahir memang bengkok. Pasalnya, di dalam perut tak ada ruangan cukup bagi bayi untuk meluruskan kaki sehingga waktu lahir kakinya pun masih bengkok.

Mitos: Tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari.

Fakta: Salah. Yang tepat adalah tidak pergi ke tempat yang penuh orang (crowded). Banyak orang berarti banyak kuman penyakit. Misalnya ke mal atau perhelatan. Ingat, kekebalan bayi masih sangat rentan saat usianya di bawah 40 hari. Jadi, di bawah setahun, sebaiknya jangan membawa bayi ke mal, kecuali memang sangat penting dan hanya sebentar.

Fakta Menarik Seputar Bedong

  1. Bedong dipercaya dapat meluruskan kaki bayi yang bengkok.

    Faktanya
    : Sebenarnya, antara kaki bengkok dengan bedong tidak ada hubungannya sama sekali. Semua kaki bayi memang bengkok. Semakin lama, tulang bayi semakin kuat sehingga menjadi lurus dengan sendirinya. Seperti itulah perkembangan fisiologis kaki manusia. Kain bedong yang membalut tubuh bayi malah dapat menghalangi pergerakan tangan dan kaki bayi sehingga mengganggu perkembangan motoriknya.
     
  2. Bedong dapat membuat anak tidak mudah kaget.

    Faktanya
    : Sementara itu, anggapan bahwa dengan dibedong anak menjadi tidak kagetan juga belum teruji secara ilmiah. Kaget saat bayi tidur adalah gerak refleks moro, dan itu wajar terjadi. Sekalipun dia dibedong, refleks moro tetap akan terjadi, hanya saja tidak kelihatan karena tertahan oleh bedong.
     
  3. Bedong juga dipercaya membuat bayi tidak cepat masuk angin serta dapat tidur nyenyak.

    Faktanya
    : Bayi seperti dipeluk, merasa nyaman, dan hangat karena dibedong. Hal yang harus dijaga adalah sebaiknya bedong tidak terlalu kuat karena akan menghambat gerakan bayi dan membuatnya susah bernapas. Membedong bayi sebaiknya dilakukan hanya setelah memandikan bayi atau pada saat suhu udara luar dingin, dengan harapan tubuh bayi akan tetap hangat.

Minggu, 14 April 2013

Bedong bayi

Membedong merupakan istilah di negeri kita untuk ‘membungkus’ bayi dengan kain. Kain yang digunakan pun biasa disebut dengan kain bedong. Beberapa manfaat membedong bayi, antara lain:

-> Membantu bayi Anda agar tidak terganggu dengan gerakan kejut yang biasa dikenal dengan refleks Moro

-> Membantu bayi Anda untuk tetap hangat, terutama pada hari-hari pertama dalam kehidupannya. Nantinya secara berangsur, tubuhnya akan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, sehingga kain bedong tidak diperlukan lagi

-> Membantu menenangkan bayi Anda
Ketika bayi Anda dibedong dengan benar, dia akan merasa hangat dan aman, dan bedong pun berguna untuk menenangkan si kecil ketika dia menerima rangsangan yang berlebihan.
Jika Anda melahirkan di bidan, maupun di rumah sakit, biasanya sebelum pulang, mereka akan mengajarkan kepada Anda bagaimana cara membedong si kecil. Namun jika Anda masih bingung, atau belum percaya diri melakukannya, Anda bisa melihat video singkat kami mengenai salah satu cara yang baik untuk membedong bayi Anda.

Beberapa Tips Seputar Membedong Bayi

  1. Perhatikan kondisi bayi Anda ketika awal akan membedong; jangan melakukannya ketika dia sedang lapar misalnya, atau masih basah setelah mandi, ataupun ketika ia sedang lelah.
  2. Jangan membedong terlalu kencang, dengan memaksa kaki bayi agar lurus, karena praktek seperti ini akan merusak sendi lututnya dan juga bisa menyebabkan displasia pangkal paha (hip dysplasia). Untuk mencegahnya, pastikan Anda meninggalkan ruang yang cukup pada bagian bawah bedong (bagian kaki), sehingga bayi Anda tetap bisa menekuk lututnya.
  3. Jika cuacanya dingin, Anda boleh memakaikan baju dan celana panjang kepada si kecil. sebelum ia dibedong. Namun jika cuaca sedang panas, pastikan ia hanya memakai kaos singlet dan celana pendek. Kalau tidak, ia akan sangat kepanasan.
  4. Jangan sampai kain bedong menutupi daerah wajah bayi Anda.
  5. Ketika bayi Anda tertidur dengan dibedong, sebaiknya ia jangan diletakkan berdampingan dengan Anda, karena ia pun mungkin akan kepanasan. Bayi yang dibedong ketika tidur, sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga sekelilingnya merupakan udara bebas dan tidak tertutup, agar ia memperoleh cukup udara dan tidak merasa kepanasan.

Jumat, 11 November 2011

Menggendong Bayi membuat manja?... Mitos or Fakta

"Bayi yang sering digendong jadi manja… Mitos atau fakta?)"Orang tua dulu selalu bilang, bayi jangan dibiasain digendong, nanti jadi manja. Pola pikir itu cukup mempengaruhi saya, sampai saya membaca beberapa artikel menarik (judulnya Sling Babies dan BELIEVE IT OR NOT . . . YOU CAN’T SPOIL AN INFANT) yang berhasil mengubah pemikiran saya.

Seperti manusia dewasa pada umumnya, bayi tidak hanya memiliki kebutuhan fisik (seperti susu, makan, berpakaian, mandi) yang harus dipenuhi, tapi juga kebutuhan emosional. Seperti yang dikatakan di salah satu artikel itu, “the need for attachment, feelings of safety, security and belonging is the first, and many believe the most important need of an infant”… jadi jangan berpikir setelah bayi Ibu kenyang dan bersih, dia nggak butuh apa-apa lagi! Ya, bayi Anda butuh dipeluk, digendong, dihibur, dia butuh tahu bahwa dia disayang dan berarti… bahwa ibunya selalu ada di sampingnya dan siap memenuhi segala kebutuhannya…

Dan satu kutipan lagi yang menarik, “Consistently responding to a baby’s needs will foster feelings of safety, security and trust . . . crucial elements for good mental health and healthy relationships.” Jadi memenuhi kebutuhan emosional bayi Ibu dengan cara menggendongnya, menghiburnya, mengajaknya bermain, tidak akan membuat bayi menjadi manja, sebaliknya, hal itu justru akan menjadi dasar terbentuknya mental yang sehat. Beberapa riset menunjukkan bahwa bayi yang sering digendong akan memiliki rasa percaya diri yang lebih besar daripada bayi yang jarang digendong. Bayi juga lebih cepat mandiri, dan motoriknya lebih cepat berkembang!

Ternyata selama ini pemikiran bhw bayi semakin sering digendong jd manja itu SALAH

Abby SwaddlePod

Chubby SwaddlePod diciptakan dan didesain mengutamakan keselamatan tidur bayi.

Chubby SwaddlePod ini sangat ideal untuk bayi baru lahir, menciptakan rasa nyaman layaknya dalam rahim ibu dan menjaga tidur bayi tetap tenang dan tidak mudah terbangun.

Chubby SwaddlePod ini merupakan Swaddler/bedong yang didesain dan sangat direkomendasikan oleh para ahli untuk meminimalisir refleks moro (kejut) pada bayi.

Bedong praktis yang sangat nyaman, sangat sederhana dan mudah digunakan. Cukup membuka retsleting, masukkan bayi kedalam Chubby SwaddlePod lalu tutup retsleting kembali. Bahan yang lembut, kombinasi sempurna cotton dengan spandex, mampu melar mengikuti gerakan bayi.

Cara Pemakaian :
1.Buka retsleting pada Chubby SwaddlePod
2.Masukkan bayi dengan tangan tertekuk, dan kaki lurus
3.Tutup kembali retsleting dan tidurkan bayi terlentang

Length = 60 cm
Bahan Katun Spandex Gramasi 330 gram